KENAPA TAKUT MULAI?

 

KENAPA TAKUT MULAI?

            Pernahkah Anda berpikir? Kenapa seorang anak kecil di hari pertamanya sekolah, takut melepas tangan ibunya, takut saat harus berjalan melewati lorong kelas, takut bertemu teman dan guru baru?

LANGKAH AWAL
            Jawabannya sederhana karena mereka tidak ingin melepaskan kenyamanan yang sudah mereka miliki. Ketenangan belai kasih dari seorang ibu yang terus menyelimuti hati. Mereka tidak tahu bahwa ada cahaya di setiap lorong, ada masa depan di tempat baru itu. Masa depan yang bahkan bisa membangkitkan lebih banyak rasa nyaman di hati mereka. Dari prolog ini kita ambil pelajaran, bahwa melepas zona nyaman memang suatu hal yang sulit. Seperti anak kecil yang belum tahu apa yang ada di sekolah barunya, mereka enggan masuk ke lingkungan baru. Lingkungan yang padahal belum tentu menakutkan, lingkungan yang belum tentu akan memperlebar jarak dengan ibu mereka.

            Kini pertanyaan lain muncul. Apakah Anda, orang yang memiliki wawasan lebih luas, mental yang lebih matang, dan kapasitas yang lebih lebar akan memiliki jawaban yang sama jika dihadapkan dengan situasi ini? Jika iya, maka Anda perlu berbenah diri. Terbelenggu dalam situasi nyaman akan menghambat Anda untuk maju, menjagal Anda untuk tetap diam di tempat. Rasa nyaman memanglah penting, tapi saat rasa nyaman menjadi pengontrol tindakan Anda, di situlah masalahnya. Anda adalah sopir yang akan membawa tubuh melewati jalan kehidupan. Melewati jalan berbatu dan aspal mulus, bertemu dengan badai dan pelangi, dan terus maju mengejar cita. Dalam perjalanan panjang ini Anda juga sesekali butuh istirahat. Di suatu tempat yang penuh akan rasa nyaman dan tenang. Tempat yang akan Anda gunakan untuk melepas penat, menambah stamina, dan mencari tambahan bekal untuk melanjutkan perjalanan ini. Anda harus tahu apakah di sini cita dan tujuan hidup Anda berada, ataukah ini hanya sebatas tempat untuk mengambil napas panjang dan mulai langkah baru.

            Langkah awal adalah tantangan besar. Orang yang hanya menumpuk cita tanpa ada usaha itulah omong kosong. Bukan berarti mengambil langkah awal merupakan kunci keberhasilan. Malah konsistensilah yang akan mengambil peran besar dalam keberhasilan cita. Mungkin selanjutnya saya akan memilih konsistensi sebagai topik pada artikel saya. Saya menjadi teringat dengan tulisan salah satu motivator saya bahwa “Kita tidak memanen apa yang kita tanam, melainkan apa yang kita siram”

Komentar

Posting Komentar