RESOLUSI TAHUNAN BENERAN PENTING?
RESOLUSI TAHUNAN BENERAN PENTING?
Tahun telah berganti, banyak dari kita yang mulai mengambil secarik kertas dan digoreskan dengan sebuah pusaka ilmu. Menulis rencana-rencana baru, menulis resolusi apa yang diharapkan terwujud di tahun mendatang. Kita mendambakan hari yang lebih cerah, mata yang lebih terbuka, dan jalan yang lebih lurus. Kita terfokus pada cita yang tinggi. Padahal menurut data, sedikit dari kita yang mampu mencapai puncak dari sebuah cita resolusi tahunannya. Lantas apakah resolusi itu penting?
Jawabannya adalah Ya, resolusi itu penting. Tidak hanya yang bersifat tahunan bahkan kita memerlukan suatu resolusi setiap hari dalam hidup kita. Kita perlu sebuah perubahan positif agar tubuh dan jiwa kita bisa terus melangkah maju. Memulai hal baru, menggali ide dan kreativitas diri, dan terus berimajinasi dalam luasnya samudra kehidupan. Dalam mengarungi samudra kehidupan pastilah kita akan menemui banyak halang rintang, badai yang tak kunjung usai, dan ombak besar yang siap menenggelamkan kita kapan pun. Karena itu kita harus terus mempersiapkan diri untuk menghadapi ganasnya samudra kehidupan. Introspeksi diri adalah tingkat awal dari sebuah tangga resolusi. Dalam introspeksi diri kita harus bisa mengenal diri kita, mengenal kemampuan, dan kapasitas diri kita. Selanjutnya kita juga harus menilai sejauh mana kita sudah melangkah, ke mana langkah kita tertuju, apa saja beban langkah kita, dan masih banyak hal lain terkait hasil capaian kita. Setelah kita tahu di mana titik kita saat ini barulah kita sesuaikan atau tingkatkan cita kita agar capaian kita tidak stagnan pada titik itu saja.Resolusi itu penting. Resolusi itu baik. Tapi kenapa data menunjukkan bahwa 80% orang gagal dalam meraih cita resolusi tahunannya? Jawabannya sederhana karena mereka memiliki cita tapi lemah dalam konsistensi. Inilah kunci utama tercapainya suatu cita dalam tantangan carut marut dunia. Janganlah kita hanya membangun mimpi dan angan-angan tak berarti. Tapi kita harus terbangun dari mimpi untuk merealisasikannya dengan kekuatan kita, dengan semangat kita, dan dengan energi positif yang bersemayam di jiwa kita. Resolusi tak kan berarti tanpa usaha keras kita, usaha menggali potensi diri, usaha optimalisasi diri, dan usaha menambah kapasitas diri. Usaha keras yang di dampingi konsistensi tinggi akan menumbuhkan suatu kebiasaan positif. Kebiasaan positif inilah yang akan mengantarkan kita menuju puncak tangga cita. Kebiasaan positif menjadi tumpuan kita melangkah maju. Sedikit demi sedikit semakin mempersempit jarak kita dengan cita. Sampai sini kita tahu bahwa dalam tercapainya resolusi perlu suatu konsistensi tinggi dalam usaha keras.
Lantas bagaimana cara membuat rancangan resolusi tahunan yang baik? Pertama kita harus tahu dahulu apa kebutuhan kita, apa keinginan kita. Dalam membuat suatu rencana kita harus tahu terlebih dahulu unsur “what”. Di sinilah kita akan menemukan apa akan kita lakukan berdasar kepada kemampuan dan kebutuhan kita. Setelahnya adalah “how” atau bagaimana kita akan merealisasikan tujuan itu. Di tahap ini kita dituntut untuk perencanaan yang sesuai dengan kemampuan diri semaksimal mungkin. Buatlah perencanaan serinci mungkin! Mulai dari perhitungan waktu, penjadwalan, dan tahap-tahap apa saja yang harus dilakukan. Banyak perencanaan gagal karena hanya terfokus pada cita dan mengabaikan bagaimana langkah kita untuk merealisasikannya. Merinci perencanaan adalah salah satu cara kita untuk meningkatkan konsistensi diri. Tubuh dan pikiran akan membuat kuda-kuda untuk situasi kedepannya. Ini terjadi karena diri kita sudah mempunyai gambaran situasi apa yang akan dihadapi. Setelahnya adalah “why”. Mengapa kita memilih cita tersebut, mengapa kita membuat perencanaan tersebut, apakah cita tersebut sesuai dengan kebutuhan kita, apakah rencana tersebut sekiranya bisa merealisasikan apa yang kita citakan. Ya, di sini kita uji unsur “what” dan unsur “how”. Apakah keduanya sesuai dengan kondisi kita, apakah rencana kita tidak hanya sebatas mimpi, dan apakah cita dan perencanaannya tidak bertolak belakang. Unsur “why” agar meminimalkan kegagalan resolusi yang dikarenakan kurang seimbangnya antara cita dan rencana.
Resolusi butuh sebuah keberanian dan ketangguhan. Resolusi butuh konsistensi tinggi. Membuat langkah awal dan senantiasa melangkah maju adalah keputusan bijak. Takut akan hal baru akan mengantarkan kita pada stagnasi yang tak kunjung usai.
“ Janganlah kita hanya membangun mimpi. Tapi kita harus terbangun dari mimpi dan segera merealisasikannya “
Komentar
Posting Komentar