TOXIC POSITIVITY

 

TOXIC POSITIVITY

            Selalu berpikir positif! Satu hal ini yang menurut banyak orang merupakan suatu keharusan tapi malah menjadi alasan memburuknya kesehatan mental. Mengapa demikian? Kali ini kita akan membahas hal yang terkesan baik tapi malah memiliki dampak buruk yang tak disangka sangka.

            Disclaimer semua yang saya tulis merupakan opini pribadi saya. Tentu opini yang akan dipaparkan merupakan argumen yang didasari fakta-fakta yang saya peroleh dari beberapa sumber terpercaya serta pengalaman pribadi terkait hal yang akan kita bahas kali ini.

            Jadi apa sebenarnya Toxic Positivity itu? Sesuai namanya Toxic Positivity ialah proses dimana kita terlalu memaksakan diri untuk terus berpikir positif yang padahal hal tersebut malah menjadi racun terhadap mental kita. Menurut alodokter.com, Toxic positivity sendiri adalah kondisi ketika seseorang menuntut dirinya sendiri atau orang lain untuk selalu berpikir dan bersikap positif serta menolak emosi negatif.

Lalu kenapa Toxic Positivity bisa menimbulkan gangguan mental pada diri kita? Dalam hidup manusia, tentu tidak hanya kesenangan saja yang terus kita alami, banyak juga masalah-masalah yang menghadang kita. Entah dari lingkup keluarga, pekerjaan, ataupun proses sosial di masyarakat. Masalah-masalah inilah yang akan menimbulkan sebuah emosi yang harus kita perhatikan. Ada kalanya manusia perlu mengeluarkan rasa marah, sedih, khawatir, kecewa bahkan frustasi supaya batin tidak selalu tertekan. Orang dengan gangguan Toxic Positivity akan cenderung menumpuk masalah yang ada dengan doktrin-doktrin emosi positifnya. Padahal emosi negatif yang mengendap dan tidak ada pemecahannya akan menimbulkan stres yang justru memperburuk kesehatan mental kita.

Toxic Positivity juga bisa terjadi karna faktor dari luar. Contohnya motivasi dari orang lain yang kurang sesuai dengan situasi. Kata motivasi yang terdengar lazim belum tentu memberikan penyelesaian terhadap masalah seseorang. Kata-kata seperti : Semangat ya! Kamu Pasti Bisa! dan Pikir Positif Aja Dulu! Malah bisa berdampak buruk bagi penerima. Karena saat seseorang mendapati suatu masalah yang mereka butuhkan adalah pemecahan atau solusi untuk masalah mereka. Kata-kata di atas bisa saja menjerumuskan seseorang untuk melupakan masalah yang sedang di alami dan bukan menyelesaikannya. 

Terus apa ciri ciri orang yang terkena Toxic Positivity?

  • ·         Terus menunda pemecahan masalah 

            Orang dengan gangguan Toxic Positivity akan terus menghindari masalah dan bukan dengan memecahkan masalah. Masalah yang ditunda pemecahannya akan terus tertumpuk dan bisa berubah menjadi masalah yang lebih besar.

  • ·         Emosi tak terkontrol
            Karna hanya emosi positif saja yang terus dirasakan, menyebabkan orang dengan gangguan Toxic Positivity kesulitan untuk kontrol emosi negatif mereka.
  • ·         Terlalu membanding bandingkan diri dengan orang lain
            Setiap orang memiliki kemampuan pemecahan masalah yang berbeda beda. Bobot masalah yang dialami orang satu dengan yang lain pun juga berbeda. Terlalu membandingkan diri bisa juga menjadi awal seseorang terkena Toxic Positivity.

            Oke, jadi gimana cara kita untuk terhindar dari Toxic Positivity ini? Dengan menyelesaikan masalah secepat mungkin. Cari penyelasaian masalah secepat kamu bisa. Jangan biarkan dirimu terbiasa menumpuk masalah. Ada kalanya manusia perlu mengeluarkan rasa marah, sedih, khawatir, kecewa bahkan frustasi supaya batin tidak selalu tertekan. Kita juga harus bisa menilai kemampuan diri kita. Degan mengenal lebih jauh tentang diri, kita akan tahu apa kekurangan, kelebihan, serta kemampuan kita dalam menanggapi setiap permasalahan yang ada. Penyelesaian masalah juga bisa mendorong untuk menjadikan diri kita lebih dewasa lagi, memiliki pemikiran yang lebih dewasa akan membuat kita semakin dekat dengan kebijaksanaan sejati.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KISAH PENAMBANG BATU

SIAPA DIRIMU?

KENAPA TAKUT MULAI?